![]() |
| mbah gugel |
Peraturan daerah di sini memang berbeda dengan daerah lain. Beberapa
tahun belakangan ketika Ramdahan sekolah diliburkan, anak-anak hanya mengikuti
pasantren kilat di mesjid-mesjid terdekat. Ramadhan di sini memang dijadikan
momentum untuk meningkatkan ibadah, banyak anak-anak bahkan remaja dan orang
dewasa mengikuti karantina penghafal Al-quran jadi walaupun sekolah libur
tetapi para siswa-siswi memiliki kegiatan rutin selama ramadhan di kampong/pengajian
masing-masing.
Namun, ini sudah tahun kedua sekolah tetap diadakan ketika
Ramadhan, walaupun dengan agenda tetap sama yaitu pasantren kilat. Sekolah dilaksanakan
minggu kedua & ketiga Ramadhan, jadi hanya 2 minggu sekolah selama Ramdhan.
Jadwal sekolah juga dipercepat, biasanya pulang jam 14.00, namun selama
Ramadhan anak-anak sudah bisa pulang pukul 11.00/12.00.
Anak-anak yang masih terbiasa pola libur ketika Ramadhan
menjadi ogah-ogahan datang ke sekolah, dengan berbagai alasan seperti terlambat
bangun, takut puasanya gak sanggup sampe berbuka, sudah ada ngaji di TPA dekat
rumah dan segala macam alasan yang membutuhkan sedikit paksaan agar anak-anak
tetap lancar ke sekolah J
Kegiatan di sekolah selama Ramdhan juga beda dengan hari
biasanya, materi yang diajarkan seperti kisah
nabi, para sahabat-sahabat nabi dan yang berkaitan dengan agama. Selain itu
juga diadakannya tahsin & tahfiz agar anak-anak bisa menambah hafalan
Alquran lebih banyak ketika Ramadhan. sebenarnya sangat rugi kalau anak-anak
tidak hadir walau hanya sehari.
Kemarin hari pertama anak-anak masuk sekolah dan memang
tampak kurangnya semangat di wajah mereka, dari 16 siswa yang hadir 10 siswa
saja. Semoga besok 6 siswa lainnya bisa mengikuti kegiatan di sekolah juga :}
![]() |
| @anabahtera |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar