Jumat, 30 Juni 2017

Ayo ke Gayo! (Part 1)

mbah gugel
Lebaran tahun ini rasa liburan!

Hal itu disebabkan karena lebaran berbarengan libur panjang bagi anak sekolahan yang membuat banyak kesempatan mengunjunhi destinasi wisata bersama keluarga tercinta.
Nah, manteman yang masih memiliki waktu untuk liburan, bisa mengunjungi kota kami ya.. di Gayo, Takengon, Aceh Tengah, Aceh.

Kota kecil yang sejuk ini bakalan memanjakan manteman yang berkunjung, Akhir-akhir ini adalah waktu yang tepat untuk berkunjung karena cuaca sangat cerah walaupun tetap disambut hujan saat sore menjelang.

Beberapa tempat wisata yang bisa manteman kunjungi, antara lain:

Keliling Danau Lut Tawar
Banyak tempat yang bisa dikunjungi di Danau Lut Tawar ini, lebih dari 1 hari jika ingin mengunjungi seluruh destinasi wisata di skeliling Danau Lut Tawar.
Ini sedikit bocorannya ya manteman:
*      Hotel Renggali

Selain tempat destinasi wisata, manteman bisa juga sekalian menginap disini agar bisa menikmati indahnya Danau Lut tawar di subuh dan malam hari



*      Air Terjun Mengaya
Destinasi ini juga masih berada di area Danau Lut Tawar. Sejuknya pengunungan yang berpadu dengan jernih dan dinginnya air, menciptakan gemericik musik alami yang ditimpali suara-suara burung saling bersahutan di alam menjadi salah satu tempat yang bisa manteman kunjungi bersama keluarga tercinta.



*      Beberapa destinasi yang ada di sekitar Danau Lut Tawar
Disepanjang Danau Lut Tawar, banyak tempat-tempat wisata yang intinya memperkenalkan keindahan Danau. Para pengelola membuat lahan mereka menjadi semenarik dan senyaman mungkin agar para wisatawan betah dan ingin kembali lagi menikmati panorama alam di seputaran Danau Lut Tawar.
Ini ada beberapa yang bisa aku bagikan ya manteman tentang wisata alam di kota kecil kami J




Bagaimana? Tertarik kan liburan ke Gayo?
Eitss...tunggu dulu, selain Danau Lut Tawar, masih banyak lagi destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Gayo, Takengon ini manteman.

Penasaran??? tunggu blog selanjutnya ya... :)

Kamis, 22 Juni 2017

Surat Cinta untuk Palestina



Hari Kamis, 15 Juni 2017 lalu KNR Kab.Aceh Tengah mengadakan Konser Amal Kemanusiaan dari Gayo untuk Palestina. Acara ini diisi oleh beberapa tampilan, diantaranya band lokal, puisi, tari guel, didong bahkan pelelangan barang yang hasilnya di donasikan seluruhnya untuk rakyat Palestina.

Acara yang dimulai pada pukul 11.00 pagi ini sangat menarik antusias masyarakat, karena selain menonton tampilan beberapa ajang seni juga menanti kehadiran Syeikh Ahmed Taufeek Mahmoud El-Hajj dari Paletina.


Syeikh Ahmed menceritakan sekilas tentang kondisi Palestina yang sebenarnya dari awal kita sering melihat atau membacanya di media-media. Namun mendengarkan sendiri dari Syeikh Ahmed benar-benar membuat penonton sedih luar biasa, ditambah lagi tampilan video anak-anak di Palestina yang tetap memiliki semangat jihad yang tinggi, yang terus istiqamah akan keyakinan mereka mempertahankan Al Quds.

Kita sepantasnya merasa malu dengan sifat senang mengeluh akan nikmat yang telah diberikan kepada kita. Kita sering mengupat bila PLN memadamkan listrik secara tiba-tiba. Sedangkan di Palestina selama 10 tahun terakhir listrik hanya hidup 3 jam setiap harinya. Kita sering mengeluh akan beban kehidupan, akan sesuatu yang tidak bisa kita capai sesuai keinginan kita. Sedangkan di Palestina setiap harinya anak-anak disana harus berani jika mesti merenggang nyawa untuk menyelamatkan 40% lagi wilayah mereka dari keseluruhan yang telah dikuasai oleh musuh dan mereka tetap bertahan dengan kondisi yang sangat memperhatinkan.


Anak-anak yang hadir dalam acara konser amal ini juga bisa menuliskan surat-surat mereka untuk teman-teman di Palestina, walaupun berbeda bahasa tapi setidaknya surat-surat ini mewakili bahwa kita juga peduli dan mendoakan dengan segenap hati agar teman-teman di Palestina bisa bangkit dan berakhir dengan aman serta bahagia.


Rabu, 21 Juni 2017

Internet (Interconnection-networking) Hilang?

Mbah Gugel


Kenapa harus kecewa ketika internet menghilang selama 24 jam?

Karena ketika membuka mata di pagi buta, internetlah yang pertama kali menyapa

Karena ketika berita pagi tak sempat dinikmati melalui televisi, internet jua yang meberikan rangkaian informasi

Karena ketika memulai aktivitas, internetlah yang mendukung potensi narsis sendiri yang dikenal bernama selfie.

Karena ketika harus menghadapi macet diperjalanan, internet juga yang setia menghilangkan rasa bosan akan klakson yang saling bersahutan

Karena ketika jam makan siang, internet pula yang menunjukkan tempat dimana enak untuk bersantap.

Karena ketika ingin berkumpul dengan orang tersayang, internet juga yang bersedia menghubungkan untuk menciptakan kebersamaan

Karena ketika berkumpul menjadi kenyataan, internet juga yang membantu menyebarluaskan wajah-wajah bahagia dengan beragam sosial media

Karena ketika petang menjelang, masih terus internet yang berjasa untuk memberitahu apa kegiatan orang tercinta selama tak dekat pantauan

Karena ketika malam datang, internet juga yang paling update berita selama seharian.

Karena…. (silahkan isi sendiri J)


Selasa, 06 Juni 2017

Balada Sekolah saat Puasa

mbah gugel

Peraturan daerah di sini memang berbeda dengan daerah lain. Beberapa tahun belakangan ketika Ramdahan sekolah diliburkan, anak-anak hanya mengikuti pasantren kilat di mesjid-mesjid terdekat. Ramadhan di sini memang dijadikan momentum untuk meningkatkan ibadah, banyak anak-anak bahkan remaja dan orang dewasa mengikuti karantina penghafal Al-quran jadi walaupun sekolah libur tetapi para siswa-siswi memiliki kegiatan rutin selama ramadhan di kampong/pengajian masing-masing.

Namun, ini sudah tahun kedua sekolah tetap diadakan ketika Ramadhan, walaupun dengan agenda tetap sama yaitu pasantren kilat. Sekolah dilaksanakan minggu kedua & ketiga Ramadhan, jadi hanya 2 minggu sekolah selama Ramdhan. Jadwal sekolah juga dipercepat, biasanya pulang jam 14.00, namun selama Ramadhan anak-anak sudah bisa pulang pukul 11.00/12.00.

Anak-anak yang masih terbiasa pola libur ketika Ramadhan menjadi ogah-ogahan datang ke sekolah, dengan berbagai alasan seperti terlambat bangun, takut puasanya gak sanggup sampe berbuka, sudah ada ngaji di TPA dekat rumah dan segala macam alasan yang membutuhkan sedikit paksaan agar anak-anak tetap lancar ke sekolah J

Kegiatan di sekolah selama Ramdhan juga beda dengan hari biasanya, materi yang diajarkan seperti kisah  nabi, para sahabat-sahabat nabi dan yang berkaitan dengan agama. Selain itu juga diadakannya tahsin & tahfiz agar anak-anak bisa menambah hafalan Alquran lebih banyak ketika Ramadhan. sebenarnya sangat rugi kalau anak-anak tidak hadir walau hanya sehari.


Kemarin hari pertama anak-anak masuk sekolah dan memang tampak kurangnya semangat di wajah mereka, dari 16 siswa yang hadir 10 siswa saja. Semoga besok 6 siswa lainnya bisa mengikuti kegiatan di sekolah juga :} 

@anabahtera

Senin, 05 Juni 2017

Harus Bagaimana?


mbah gugel

Hari ini aku tak tau harus menuliskan kisah apa.
Sudah banyak draf tulisan yang tersimpan namun tidak bisa aku selesaikan dengan berbagai alasan.  
Sudah banyak ide yang sebenarnya ingin aku tuangkan, namun mata ini tidak sejalan dengan keinginan hati. 
Seharian tidak sempat menyempatkan diri tuk merenung sejenak agar mendapatkan sebuah ide cemerlang untuk dibagikan, sehingga di akhir H5 #NulisRandom2017 ini, aku hanya bisa berkeluh kesah. 
Keluh kesah yang seharusnya tidak boleh sering diucapkan karena bisa jadi itu menjadi  berkurangnya rasa syukur kita kepada Sang Pencipta.
Rasa syukur yang seharusnya dipanjatkan setiap waktu, di setiap kita menghembuskan nafas atau mengedipkan mata, karena 2 hal tersebut adalah contoh kecil yang harus kita syukuri persekian menit sekali, bahkan mungkin hanya dalam persekian detik sekali.
Ayo sama-sama bersyukur manteman  ❤❤

Minggu, 04 Juni 2017

Bakso Bakar Jefri



Saya memang sudah lama gak jajan ginian, mungkin setelah khatam jadi anak kuliahan. Sampai-sampai saya tidak tahu lagi dimana ada abang-abang  yang enak/gak enak jualan, yang lagi booming/kekinian.

Hari ini, Ramadhan ke 9, aku akhirnya mendarat di sii, karena titipan bukaan si kakak yang harus beli jajanan ke sini. konon katanya bakso goreng ini sudah terkenal seantero Takengon, bahkan sudah buka cabang di tempat lain.

Ketika saya sampai di sini,  sudah banyak antrian yang dominan orang tua + anaknya berdiri berjejer mengelilingi ibu yang sedang membakar baksonya. Dulu, urusan bakar membakar pasti menggunakan kipas atau kardus agar bara apinya tidak padam. Namun sekarang lebih simple, ada kipas angin listrik yang nonstop membantu proses pembakaran makanannya. Pengaruh teknologi yang sangat membantu ya manteman.

Di sini juga disediakan tempat duduk untuk pembeli menunggu pembuatan bakso bakarnya, walaupun tempat duduk yang disediakan tidak mencukupi pelanggan yang datang karena di sini kita harus memesan terlebih dahulu, setelah itu baru ibunya membuat pesanan kita. Jadi ‘fresh from oven’ lah istilah kerennya J

Bakso goreng yang disediakan juga sesuai permintaan pelanggan, ada beberapa varian yang tersedia, yaitu: bakso goreng pedas, bakso goreng pedas manis dan bakso goreng manis. Aroma yang terhirup ketika bakso dilumuri saos+kecap yang dibakar benar-benar menguji keimanan berpuasa J



Saya memilih bakso goreng pedas manis, sesuai pesanan kakak saya. {walaupun sampai waktu berbuka saya juga tak mencicipinya}. 1 hal yang saya salut, meskipun banyak pembeli, Ibu itu bisa mengingat pesanan kita tanpa bertanya dua kali dan ibu itu juga ingat antrian mana yang duluan datang.

Salut! Salut! Dengan skill ingatan saya yang dibawah rata-rata, sering kelupaan walaupun udah diingatkan.
*malah curcol
*skip aja

Nah,gimana?
Manteman sudah ada yang mencoba?
Kalau belum, silahkan datang ke Simpang Bom Takengon/depan Kodim Takengon, di sana bakalan langsung terlihat jajanan Bakso Bakar Jefri yang menjadi idola baik anak-anak, remaja bahkan dewasa.


#Promosi

#BukanEndorse
Hanya dalam rangka #NulisRandom2017  ❤

Sabtu, 03 Juni 2017

Please..Sorry..Thank



Kejadiannya memang sudah lama, tapi masih ingin berbagi dengan sesama...bukan membuka aib sesuatu..tapi hanya ingin memberi tahu..

Pagi itu ketika pergi ke sekolah, seperti biasa aku akan berhenti di persimpangan lampu merah SP.IV  untuk menunggu teman agar pergi ke sekolahnya bersamaan. Walaupun bukan halte tapi toko2 yang berjejer di sepanjang jalan ini sudah menjadi tempat orang sekolahan ,kantoran dan masyarakat umum untuk menunggu mobil angkutan, tak terkecuali hari itu. Ada ibu2 kantoran,guru, anak sekolahan dan ibu-ibu dari dinas kebersihan jalan raya yang terlihat sedang beristirahat setelah melakukan tugas mulia di pagi hari.

Udah lebih 15 menit aku menunggu tapi temanku belum sampai juga, kuputuskan untuk menelponnya. “lagi di jalan” jawabnya cepat dan langsung memutuskan percakapan kami. Ketika aku baru meletakkan hp dikantong datang seorang anak lelaki menghampiriku, masih teringat jelas sosoknya, pakai celana kain hitam, jaket gelap dan tas ransel, kira-kira umurnya 14 tahunan, anak tingkat SMP.

Ka..bisa pnjam hp?katanya ragu
tuk apa? aku menanyakannya penuh selidik.
“mau sms orang di rumah kak, suruh jemput, saya baru pulang dari pasantren dia menjelaskan.
“pasantren mana?” tanyaku dan dia menyebutkan nama pasantren yang cukup terkenal di kabupaten sebelah. 

Aku berfikir sejenak, jadi teringat adik bungsuku yang sama nasibnya seperti ini. Ketika jadwal liburan, adikku di terminal bus selalu menggunakan nomor asing untuk menelpon. Awalnya curiga juga tapi  jadi terfikir “kasian kalau nanti  adik bungsuku yang kejadiannya kayak gini tapi tak ada yang menolong”

 “gak usah sms, telpon aja biar cepat aku memutuskan memberikan hp kepada anak itu, dia mengangguk cepat dan mengambil hpku untuk menelpon.

Dia mengetikkan nomor dan mulai menelpon, entah kenapa aku jadi nggak enak hati melihat gelagat anak itu tampak resah ketika meletakkan hp di telinganya, kuputuskan turun dari Sepeda motor dan tak mengalihkan pandangan sedikitpun dari anak itu yang semakin jelas terlihat canggungnya.

Secara tiba-tiba dia lari dengan cepat serta merta membawa hp aku, spontan aku teriak “Maaaaaaaaaaaaaaaaaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggggg” sambil brusaha mengejarnya. Sepertinya suaraku melengking sekali pagi itu, membuat orang-orang yang di dalam warung-warung nasi keluar semua dan mengejar anak itu. Aku jauh tertinggal di belakang, tidak sanggup mengejar. Yang terlintas difikiran aku  ‘apa salah ku ya Allah?

Akhirnya anak itu berhasil di tangkap seorang warga yang jaraknya lebih 100 meter dari lokasi kejadian, melihat orang yang semakin ramai mendekati anak itu membuatku bergerak cepat mendekatinya, takut nanti dia dihakimi massa. Belum sampai aku ke sana ku lihat seorang bapak langsung menghantam wajahnya dengan keras dan membuat anak itu terjatuh, aku dengan cepat menyela kerumunan dan menghalangi anak itu dari orang-orang yang siap menghakiminya.
“Pak, udah pak, jangan pukul dia” Aku mencoba berteriak karena suara-suara orang ramai seperti menenggelamkan suaraku yang masih bergetar.

Mereka banyak yang mengutuk perbuatan anak ini, banyak yang ingin memukulnya bahkan ada yang mau menelpon polisi tapi aku mencegahnya. Entah kenapa melihat lebam di pipi anak itu aku menjadi iba. Berkali-kali dia meminta maaf dan berlindung di belakang badanku demi menghindari massa yang semakin emosi.

“Udah Pak, Bu..makasih udah bantu menangkapnya, Iya. Ini hp aku udah balik dan masih bagus tak ada yang lecet. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini dengan dia” Aku meminta pengertian warga. Perlahan kerumunan itu berkurang, membiarkan aku menyelesaikannya sendiri. Merasa tak puas seorang bapak meninju pipi anak itu sekali lagi sebelum berlalu yang membuat aku teriak tertahan, semakin merasa kasihan.

Hanya tinggal kami berdua di depan toko yang masih tutup itu, ada dua orang ibu yang mengawasi kami dari warung sebelah, takut mungkin jika terjadi apa-apa sama diriku. Aku meminta tasnya, dia memberikan dan tetap tertunduk. Isi tasnya hanya satu buku tulis, lain tak ada.

Banyak sekali pertanyaan yang ingin kulontarkan sama dia, ingin memaki rasanya, ingin menasehati, ingin…ingin..ingin banyak sekali yang ingin kuucapkan untuk anak yang berani-beraninya mencuri dan mengatasnamakan pasanter lagi. Namun hanya singkat yang keluar dari mulut ini.

“Kenapa dek?” tanyaku lemah sambil menatapnya yang masih menunduk dari tadi.
“Maaf kak..maaf..maaf…maaf” hanyan itu yang keluar dari mulutnya. Perasaanku bercampur aduk, marah, kesal, sedih, iba, semua menjadi satu yang aku tak mengerti kenapa aku tak langsung menyeretnya ke kantor polisi. Dia mengucapkan maaf berkali-kali, tak henti sementara aku masih memikirkan cara penyelesaiannya.

“udah dik, bawa aja kantor polisi biar jera” ibu yang mengawasiku memberi saran.

Aku tak tega, entah aku bodoh atau apa namanya tapi yang jelas aku tak tega menyeretnya ke kantor polisi atau membawanya ke gecik kampong itu, melihat wajahnya yang lebam saja aku udah kasihan.

“Kakak kira kamu tadi sama kayak adik kakak yang dipasantren, perlu hp untuk dijemput sama mamak di rumah. Tapi nyatanya nggak! Adek kakak terlalu baik untuk disamain dengan kamu yang berani mencuri trus mengatas namakan pasantren lagi. Jangan malu-maluin keluarga ya dek, sayang bapak mamak di rumah kalau tau muka kamu sakit karna itu” Aku menepuk pundaknya dan berbalik, meninggalkan dia yang masih menunduk dan melewati 2 ibu-ibu yang terheran melihat sikapku.

Tak ada hukuman yang aku lontarkan.

Entahlah.. aku juga bingung. Namun memang tak ada benci lagi melihat anak itu, tak ada amarah dan dendam, yang tersisa hanya kasihan, sayang melihat anak yang masih kecil, yang seharusnya di dalam kelas menunggu guru dan belajar malah berani mencuri di pagi hari.

Ketika aku mau menjalankan Sepeda motor, anak itu ternyata menghampiriku dan membuatku kaget, ternyata tadi dia berlari mengejarku.

“maaf kak..maaf.. makasih kak…” tiba-tiba anak itu menyalamiku dengan airmata di wajahnya. Aku tak paham itu nyata atau hanya sandiwaranya. Aku hanya tersenyum getir dan segera berlalu.

*Takengon, 2013


Jumat, 02 Juni 2017

Semangat Berdo'a


Hari ini masih melanjutkan #NulisRandom2107. Kalau Jum’at kesannya seperti ingin merenung sejenak.

Awalnya bingung mau tulis apa ya untuk hari ini, tapi untungnya teringat buku catatan Liqo yang ada membahas materi tentang doa pada Oktober tahun lalu, sembari menjadi pengetahuan manteman, ini juga khususnya menjadi pengingat bagi saya sendiri.



Kita sering berdoa kan? Kita bahkan terus meminta pada Allah tanpa kenal waktu dan malu. Namun terkadang doa-doa yang kita panjatkan belum juga tampak hasilnya. Kenapa ya? Apa doa kita kurang? Apa waktu kita berdoa tidak tepat?

Ternyata, ada 7 hal yang menyebabkan doa kita belum terkabulkan, yaitu:
1.      Masih melakukan dosa walaupun kita terus berdoa.
2.      Pesimis dan ragu kepada Allah. Kita tidak yakin akan doa kita itu sendiri.
3.      Terlalu berambisi dan terburu-buru meminta agar doa kita dikabulkan
4.      Isi doa kita yang tidak baik, berdoalah kepada Allah dengan lemah lembut.
5.      Makan makanan yang haram sehingga dalam tubuh kita mengalir darah yang haram.
6.      Tidak khusyuk dan sombong kepada Allah.
7.      Tertundanya keinginan yang kita minta pertanda Allah akan memberikan yang terbaik pada waktu yang baik.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. 2 : 186).

Nah, dari ayat di atas kita bisa mengambil hikmah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita dengan memenuhi segala perintahNya. Selain itu, kita juga bisa meinta sesuatu kepada Allah pada saat-saat mustajab, yaitu saat dimana doa lebih besar peluangnya untuk dikabulkan.

Adapun waktu mustajab untuk berdoa ada di beberapa waktu, yaitu:
1.      1/3 malam terakhir
2.      Setelah shalat fardhu
3.      Sesaat pada hari Jumat
4.      Antara azan dan iqamah
5.      Ketika sujud
6.      Ketika turun hujan
7.      Pada saat kita lapang
8.      Pada hari Arafah
9.      Ketika berbuka puasa bagi yang berpuasa
10.  Malam lailatul qadar.

Khusus untuk hari ini, ada 7 waktu mustajab untuk kita berdoa yang bisa kita pergunakan untuk meminta segala keinginan kita kepada Allah, dan tentunya keinginan dalam kebaikan ya manteman.

Semoga #NulisRandom2017 hari ini ada manfaatnya.

See you tomorrow… J

Kamis, 01 Juni 2017

Suka Duka Membaca




“baca/ba·ca/ v, membaca/mem·ba·ca/ v artinya melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati)”

Dari kecil saya bersyukur sudah diajarkan mengenal dan mecintai buku, saya mencintai buku didasari oleh mendengarkan dongeng atau cerita-cerita Nabi dari kakek dan orang tua saya (pastinya mereka mendapatkan cerita itu dari membaca kan?) Masa kecil saya dipenuhi oleh dongeng-dongeng ketika akan tidur siang atau sambil menunggu azan magrib. Setelah saya bisa memilih, saya tertarik dengan majalah Bobo yang dulu saya dapatkan dari meminjam kepada kakak sepupu saya yang berlangganan. Saya selalu tertarik lembar Oki&Nirmala serta lembar pengetahuan tentang angkasa luar atau tekhnologi.

Memasuki masa SMP & SMA saya sudah jarang membaca Bobo yang hanya saya baca ketika berkunjung ke rumah sepupu saya. Saya sudah beralih kepada komik-komik, teenlit dan majalah ABG saat itu. Komik yang saya baca juga hasil menyewa disalah satu tempat penyewaan kaset dan komik karena untuk membeli rasanya tak cukup uang, sedangkan uang jajan yang saya kumpulkan untuk membeli majalah atau tabloid yg lagi digandrungi anak sekolahan seperti Aneka Yes, Gadis, Fantasi, Keren Beken. Lembar yang saya cari adalah cerpen atau cerbung serta bagian gossip artis yang lagi booming dikalangan remaja saat itu.

Ketika melangkah ke jenjang perkuliahan, saya tak tertarik lagi dengan majalah-majalah atau tabloid yang ada, saya lebih senang meminjam buku cerita di perpustakaan kampus atau perpustakaan wilayah, selain pilihannya banyak tentunya didapatkan dengan gratis (anak kos ngirit). Saya beruntung juga tinggal di asrama yang memiliki perpustakaan mini yang pada tahun kedua saya ditunjuk sebagai salah satu pengurusnya. Keberuntungan masih berpihak pada saya, memiliki kakak tetangga kamar yang maniak akan novel jadi saya kena imbas urutan pertama meminjam setelah kakak itu menyelesaikan bacaannya. Benar-benar saya mendapatkan bacaan gratis dari berbagai sumber ketika merantau.

Selesai kuliah, selesai pulalah keberuntungan saya dalam mendapatkan buku gratis baca. Di kampung saya perpustakaannya tidak terlalu up date jadi banyak buku yang sudah  lebih dulu saya baca namun baru menjadi trending topik di perpustakaan dan toko buku yang hanya semata wayang di kampung saya ini. Malah toko buku kebanggan kami ketika SMA sudah lama ditutup karena menurunnya minat anak sekolah sekarang akan buku-buku atau majalah yang digantikan dengan gadget yang bisa menyajikan berita apa pun.

Saya mulai kebingungan tak ada bacaan di rumah. Mulailah termotivasi untuk harus membeli novel yang jadi incaran. Awalnya minta titip dibelikan dengan sepupu yang ada di kota, namun lama-lama terkesan merepotkan juga. Akhirnya mencari di mbah google tentang info pembelian buku yang aman. Jujur, mulanya tak percaya dengan menyetorkan uang ke.Bank tanpa tau siapa yg menerimanya. Menunggu 4 hari perjalannan novel itu terasa sangat lama, dan ketika sampai dengan mulus saya benar-benar percaya akan kemudahan mendapatkan novel-novel yang saya inginkan, walapun harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkir tapi rasanya tertutupi dengan kepuasan saya setelah membaca tuntas novel-novel yang membuat saya penasaran.



Selain itu saya selalu mencoba peruntungan di acara-acara blogtour giveaway yang diadakan di medsos, baik twitter, facebook, instagram dan blog. Walaupun keberuntungan tak berpihak pada saya, apalagi jika menggunakan random.org. Tapi ada rasa yang sangat senang dan bangga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari blogger-blogger kesayangan.

Ini saya lagi ikutan #NulisRandom2017 , siapa tau bisa ketularan konsisten menulisnya lebih dari 30 hari....Aamiin